Penutupan THR Sarat Muatan

Junaidi

Junaidi

Surabaya – Kebijakan Pemkot Surabaya yang akan menutup keberadaan Taman Rekreasi Surabaya (TRS) dianggap sebagai langkah yang konyol. Sebab sama sekali tidak mempertimbangkan aspek sosial. Tetapi hanya terkosentrasi pada pendapatan semata.

“Tentu sudut pandang kami adalah dampaknya terhadap kepentingan masyarakat kebanyakan,” kata Junaedi Wakil Ketua Komisi D bidnag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Tentu bukan segelintir orang, utamanya bagaimana dengan semangat Pememrintah Kota (Pemkot) soal mengurangi pengangguran, apalagi dampak rencana penutupan ini akan mengorbankan 110 karyawannya,” tambahnya.

“Jangan vonis pailit itu, hanya sepihak dari Pemkot, setahu saya vonis pailit yang menentukan adalah pengadilan,” ungkapnya.

“Karena hasil rapat pemegang saham dilaporkan bahwa PT Star melaporkan jika tahun ini bisa mendapatkan deviden dari TRS sekitar Rp (rupiah) 1,8 miliar,” paparnya.

“Inikan jadi simpang siur, siapa yang benar, agar obyektif maka dipakai saja tim audit independent, siapapun pasti akan berfikir, ada motivasi apa pemkot Surabaya menutup TRS,” jelasnya.