Penggunaan APBD TA 2016 Harus Bisa Dikawal Dengan Baik

 Ir. Armuji, M.H.

Ir. Armuji, M.H.

Surabaya – Banyaknya proyek pembangunan pada Pemeringah Kota (Pemkot) Surabaya tidak selesai tepat waktu di Tahun Anggaran (TA) 2015.

Membuat kalangan legislator Surabaya gerah. Pasalnya, proyek tidak tuntas tersebut membuat serapan anggaran pada TA 2015 minim.

Ir Armuji M.H. sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya memandang, fungsi kontrol DPRD Kota Surabaya benar-benar maksimal pada tahun 2016.

Terutama kontrol terhadap kinerja Pemkot Surabaya terkait pembangunan fisik. Sebab, proyek-proyek pembangunan banyak yang tidak sesuai dengan target.

“DPRD harus bisa mengontrol terhadap kinerja Pemerintah Kota, baik itu bersifat fisik, kualitas pekerjaan, targetnya dan segala macam, artinya benar ngak mereka mencapai target,” ujarnya.

Armuji menilai, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 harus bisa dikawal dengan baik.

Terutama dari sisi serapan anggaran. Terlebih kalangan dewan harus bersungguh-sungguh mencurahkan pikiran dan tenaga untuk mengawal proyek yang digarap pada tahun 2016.

“Terus kualitas pekerjaan, baik proyek multi years atau tidak, itu nantinya jangan sampai berhenti di tengah jalan,” tambahnya.

Armuji menegaskan, apapun alasannya, tidak boleh ada proyek yang berhenti di tengah jalan. Bahkan Armuji meminta Pemkot Surabaya dan anggota DPRD Kota Surabaya harus bisa belajar dari pengalaman tahun 2015.

“Pengalaman tahun lalu jangan sampai terulang,” terangnya.

“Jangan sampai kita menganggarkan tidak terserap, karena banyak sekali anggaran untuk ganti rugi lahan tidak terserap gara-gara apraisalnya tidak sesuai, tanahnya bermasalah dan segala macam,” paparnya.

H Dharmawan S.H. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya menambahkan, tahun 2016 harus memiliki pengaruh pada kinerja DPRD Surabaya.

Tahun 2016 juga berimplikasi pada semangat baru. Seluruh anggota dewan harus lebih meningkatkan kinerja. Terutama peningkatan fungsi kontrol.

“Berharap kinerja dari masing-masing kita lebih maksimal, optimal, dan lebih terfokus pada tiap-tiap permasalahan,” ucapnya.

Darmawan berharap, penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) bisa selesai tepat waktu. Untuk tahun ini, berdasarkan rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Surabaya mempunyai target bisa menghasilkan sekitar 30 Raperda.

“Target ini bisa tercapai dan juga program-program DPRD Kota Surabaya semuanya bisa tercapai,” terangnya.