Pengemis Bukan Warga Surabaya

Ilustrasi

Ilustrasi

Surabaya – Jelang lebaran yang tinggal beberapa hari lagi, tapi beberapa kota besar selalu menghadapi masalah siklus tahunan, begitu juga dengan Surabaya.

Siklus tersebut adalah banyaknya para pengemis maupun gelandangan yang masuk ke Surabaya tanpa adanya pengawasan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Ini merupakan siklus tahunan yang selalu terjadi,” kata Khusnul Khotimah anggota Komisi D bidang kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Kebanyakan yang datang itu, bukan warga Surabaya, tapi dari luar Surabaya, yang memanfaatkan momen lebaran setiap tahunnya,” tambahnya.

“Penyebab semua itu adalah kurangnya komunikasi yang tidak berjalan antar Kabupaten dan Kota, bahkan juga tidak memberikan solusi masalah yang dihadapi oleh kalangan masyarakat setempat,” ungkapnya.

“Untuk masalah ini, saya himbau pada semua masyarakat kalau melihat ada mobil yang membawah para pengemis laporkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, kemudian dilanjutkan ke pihak kepolisian,” pintanya.