Penertiban Brandgang Setengah Hati

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Sampai saat ini sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam melalukan peneriban masih dipandang sebelah mata. Bahkan penertiban tersebut sangat tebang pilih.

Fakta dilapangan menunjukkan tidak sedikit bangunan yang berdiri diatas brandgang dibiarkan oleh Pemkot Suranaya. Padahal bangunan itu berdiri diatas saluran air.

Parahnya lagi beberapa bangunan itu berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM).

Sementara di dalam Peraturan Daerah (Perda) monor 02 tahun 2014, telah jelas-jelas melarang mendirikan bangunan diatas saluran air.

Vinsensius anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengatakan, selamai ini Pemkot Surabaya masih setengah hati dalam dan masih tebang pilih.

‚ÄúMasih banyak bangun yang berada diatas berandgang, bahkan status tanahnya sudah ada SHM,” kata Vinsensius.

Masih kata Vinsensius, memang kebijakan Perda itu tidak berlaku surut.

Bagaimana dengan bangunan yang sudah berdiri sebelum Perda tersebut ada.

Pemkot jangan hanya berpangku tangan dan jangan membiarkan banguan yang berdiri diatas saluran sebab itu bisa mnyumbat aliran sir.

‚ÄúPemkot harus bertindak, harus ditertipkan, jangan tebang pilih,‚ÄĚ tegasnya.