Penataan Kawasan Cagar Budaya Lebih Maksimal

Sachiroel Alim Anwar

Sachiroel Alim Anwar

Surabaya – Penutupan kawasan jalan Tunjungan untuk kegiatan warga ternyata tidak menjadikan suasana semakin indah. hal tersebut rupanya mejadi perhatiaan dikarenakan area kawasan cagar budaya yang menjadi icon surabaya kembali menjadi pehatian serius oleh Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Pertokoan di jalan Tunjungan itu harus hidup,” kata Sachiroel Alim Anwar ketua Komisi C DPRD Surabaya. “Komisi C prihatin, karena perekonomian sepanjang jalan tunjungan mulai mati,” tambahnya.

“Ini tugas dari pemerintah Kota (Pemkot) menghidupkan kembali sektor ekonomis disana, sebab dampak ekonomi yang sepi, dan itu menjadi masalah utama,” paparnya.

“Kita mendukung beberapa hal, bahwa kota itu harus bersih,” ungkapnya. “Tapi diwaktu-waktu tertentu itu harus dibuka, karena Pemkot selama ini membuat konsep suatu malam di tunjungan, setiap malan kendaraan bermotor harus bisa berjalan, tidak saling memacetkan” terang Alim.

“Buktinya Malioboro yang di Yogjakarta itu bisa, macet tetapi orang bisa cari makan disitu, itu harapan kita warga bisa mencari nafkah di kotanya sendiri,” ungkapnya.

“Pemkot sudah melakukan penelitian di kawasan tunjungan, bagaimanpun juga kawasan tunjungan itu cagar budaya,” paparnya.