Penarikan Sangat Tidak Etis

Dedy Prasetyio

Dedy Prasetyio

Surabaya – Penarikan mobil dinas (mobdin) yang dipergunakan jajaran samping untuk kegiatan operasional instansi tersebut, rupanya mendapat kritikan dari Dedy Prasetyo sebagai praktisi hukum.

“Jadi saya sangat mendukung dan apresiasi dalam putusan Mahkamah Agung (MA), bila kita bicara hukum,” kata Dedy. “Maka itu menjaukan dari intervensi hukum dari sudut manapun,” tambahnya.

Masih kata Dedy, bahwa indepedensi hakim itu sangat dibutuhkan dalam kondisi yang seperti ini. “Dan itu mengembalikan kepercayaan masyarakat,” tuturnya.

“Ini bukan gratifikasi, antara gratifikasi dan pinjam pakai itu beda jauh,” ungkapnya. “Namun mobil ini sifatnya pinjam pakai, dan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) itu tidaklah pantas, dari putusan itu apa yang dilakukan sangat tidak etis,” paparnya.

Dedy menyampaikan, dalam mobil pinjam pakai, apa hanya untuk kepala Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. “Ternyata tidak,” akunya.

“Dari beberapa instani juga diberi pinjaman mobil untuk oprasional, tapi kenapa hanya PN yang diambil,” tanyanya. “Apa yang disarankan oleh MA, saya mendukung dan itu menjauhkan dari intervensi hukum,” terangnya.

“Dan itu semakin memperlihatkan indepensi hukum, pinjam pakai, ya, pinjam pakai, tidak boleh ada muatan yang lain, mobil pinjam pakai itu dipergunakan untuk memperlancar kinerja diatas dan juga koordinasi,” jelasnya.