Pemkot Siapkan Anggaran Mengatasi Banjir

Vincensius

Vincensius

Surabaya – Kota-kota yang berdekatan dengan air laut dapat dipastikan akan mengalami banjir rob. Untuk kota metropolitan seperti Jakarta sudah sejak lama mengalami banjir rob.

Vinsensius anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya memberi masukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperbanyak membangun bosem guna mencegah bencana banjir pada sejumlah kawasan.

Vinsensius juga menyampaikan, Pemkot juga perlu menambah pintu air dan juga rumah pompa. Sebab dari kontur daratan surabaya yang telaknya berada dibawah permukaan air laut.

Hal itu yang mengakibatkan sejumlah kawasan rawan banjir. “Tinggi daratan dan permukaan laut tidak terpaut jauh, makanya kadang ada banjir rob,” kata Vinsensius.

Masih kata Vinsensius, beberapa kawasan di Surabaya yang rentan terjadi bencana banjir, diantaranya, wilayah Asemrowo, Sumberejo, Tambaklangon juga Romokalisari.

Tidak hanya pada kontur daratan, permasalahan lainnya yang juga menjadi memicu terjadinya banjir adalah masih banyaknya saluran air yang tidak terkoneksi dan buntu.

Vinsensius mengakui, bahwa sampai saat ini Pemkot Surabaya masih terus berupaya mengatasi persoalan banjir di wilayahnya.

Perlu diketahui, untuk mencegah terjadinya banjir pada sejumlah kawasan. Pada tahun 2017, Pemkot Surabaya merencanakan membangun sejumlah sarana dan prasarana pematusan yang nilainya Rp (rupiah) 130 miliar.

Anggaran tersebut dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya untuk pemeliharaan atau rehabilitasi saluran drainase dan bosem.

‚ÄúSedangkan, untuk pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pematusan dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (DPUCK) Surabaya menganggarkan Rp 231 miliar,” pungkasnya.