Pemkot Harus Tegas

Ratih Retnowati

Ratih Retnowati

Surabaya – Pasca lebaran rupanya menjadi perhatian dari Ratih Retnowati Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Fenomena urbanisasi selalu terjadi pada momen-momen tertentu. Bahkan Ratih beranggapan itu merupakan sesutau hal yang wajar.

Ratih menyampaikan, konsekuensi Surabaya sebagai kota Metropolis harus menerima hal itu lantaran kota dianggap sebagai tempat untuk mencari penghasilan dan meningkatkan taraf hidup.

”Tinggal bagaimana Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan antispasi agar tidak terjadi pengangguran yang membludak,” paparnya.

Ratih mengatakan, kaum urban datang ke kota, khususnya Surabaya. Surabaya dinilai memiliki daya tarik dan daya tarik inilah yang kemudian harus dikelola oleh Pemkot agar bisa lebih bermanfaat.

Ratih mengimbau kepada Pemkot Surabaya beserta jajaranya untuk lebih gencar dalam melakukan operasi penertiban, bila perlu disertai dengan sanksi.

”Kalau penduduk yang sudah bertahun-tahun tinggal di Surabaya namun tidak memiliki adminsitrasi kependudukan sepeti kartu Tanda Penduduk (KTP) dan lain sebagainya, ini kan tidak wajar,” tegasnya. “Ini yang harus ditindak dengan tegas melalui mekanisme sanksi,” jelasnya.

Sementara bagi penduduk yang baru datang tidak memiliki kerabat dan tidak memiliki pekerjaan. Maka bisa dikoordinasikan untuk dipulangkan.

Semua itu mengingat kian banyaknya kaum urban yang menganggur serta tidak memiliki pekerjaan berbanding lurus dengan tingkat kerawanan sosial di sebuah kota.

”Dampaknya banyak masalah yang akan ditimbulkan, masalah sosial, kejahatan, dan lain sebagainya. Ini kan tidak kita inginkan,” pungkas Ratih.