Pemkot Dan Kadin Tidak Sinergi

Agustin Poliana

Agustin Poliana

Surabaya – Panitia Khusus Rancangan Pembangunan Jangka Menegah Daerah (Pansus RPJMD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menilai antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya tidak ada sinergisitas dalam membangun Kota Surabaya.

“Pada saat rapat RPJMD, Kadin sempat mengeluhkan selama ini belum bisa bertemu secara langsung menyampaikan pendapatnya kepada wali kota,” kata Agustin Poliana anggota Pansus RPJMD DPRD Surabaya.

“Sehingga belum ada sinkroniasi dalam meningkatkan perekonomian di Surabaya,” tambahnya. “Harapan kami ada sinkronisasi atau persamaan persepsi terkait program Pemkot dan Kadin,” terangnya.

“Khususnya dalam bidang perekonomian dan ketenagakerjaan, jika keduanya terhubung, maka bisa menyelesaikan persoalan sosial seperti pengangguran akan turun, pelaku usaha di Surabaya juga bermunculan. Akhirnya ekonomi tidak lagi jatuh tapi merangkak naik,” terang Agustin.

Hal sanada juga disampaikan Herlina Harsono Nyoto Sekretaris Pansus RPJMD DPRD Surabaya. Dirinya mengatakan sampai saat ini Pemkot maupun Kadin kurang bersinergi.

“Kadin membuka peluang, tapi sejauh ini belum direspons oleh pemkot Surabaya,” ungkapnya.

Masih kata Herlina, pihaknya berharap potensi yang ditawarkan oleh Kadin bisa dimanfaatkan oleh Pemkot. “Bisa saja melalui DInas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag),” paparnya.

“Warga Surabaya potensial bisa dilatih untuk berusaha mandiri sampai berkembang, bicara Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), produk hasil dari warga yang dilatih tidak tidak hanya dijual di tingkat lokal, tapi nasional bahkan internasional,” jelasnya.

“Selama ini memang ketika berkomunikasi dengan Walikota tidak bisa secara langsung,” kata Jamhadi Ketua Kadin Surabaya.

“Tapi mengenai ide-idenya selalu kita masukkan resmi lewat surat, alangka baiknya kalau ide itu disampaikan secara langsung supaya bisa menghayati,” tambahnya.

Jamhadi mengatakan, meskipun demikian, dirinya menganggap Walikota mempunyai kesibukan sehingga belum bisa bertemu Kadin.

“Kami mengangap itu tidak penting, yang penting ide-ide kami sampai, sayang kalau ada ide bagus tidak diterapkan,” imbuhnya.