Pemkot Belum Diberi Jawaban

Whisnu Sakti Buana Saat Di Rapat Paripurna

Whisnu Sakti Buana Saat Di Rapat Paripurna

Surabaya – Terkait perpanjangan Rancangan Peraturan Daerah Minuman Beralkohol (Raperda Mihol) mendapat tanggapan dari Whisnu Sakti Buana (WS) Wakil Walikota Surabaya.

WS menyampaikan bahwa hasil akhir Pansus Raperda Minhol telah melenceng dari tujuan awal yang judulnya mengatur/mengendalikan peredaran minuman beralkohol.

“Dari awal, tujuannya adalah pengaturan bukannya pelarangan apalagi secara total,” kata WS. “Karena dikhawatirkan akan ditolak oleh Gubernur karena bertentangan dengan peraturan di atasnya (UU) yang lebih terbuka,” tambahnya.

Masih kata WS, jika Raperda Minhol akhirnya dikembalikan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, ini kan blunder dan terpaksa mengganakan peraturan diatasnya yang lebih terbuka.

Padahal inginnya kita melarang peredaran seperti di Supermarket dan hypermarket itu. “Kalau memang ingin melarang, mestinya sejak awal judulnya diganti,” ungkapnya.

WS menegaskan sejauh ini Pemkot Surabaya belum mendapatkan keterangan atau jawaban dari legislator surabaya terkait surat resmi Wali Kota Surabaya yang menanyakan hasil Raperda Minhol. “Tetapi sampai saat ini belum pernah ada jawaban, itu faktanya, surat kami belum dijawab oleh DPRD,” paparnya.