Pemerintah Gunakan Sistem SRM

peti kemasJakarta – Pemerintah akhirnya menetapkan kebijakan baru terkait bongkar muat di pelabuhan. Pemerintah melakukan upaya persingkat waktu bongkar muat dengan menerapkan sistem Indonesia Single Risk Managemen (SRM).

“Ini mempercepat pelayanan kegiatan ekspor-impor, memberikan kepastian usaha, efisiensi waktu, biaya perizinan, dan menurunkan dwelling time,” kata Darmin Nasution Menteri Koordinator Perekonomian.

Darmin menambahkan, di pelabuhan terdapat 18 kementerian serta lembaga yang mempunyai kewenangan dalam memberikan status jalur hijau atau jalur merah arus barang.

“Jadi harus disatukan menjadi 1 standar dan penilaian yang disebut dengan SRM,” terangnya. “Ini akan mengubah dwelling time cukup besar, berkurang satu hari,” paparnya.

Darmin mengungkapkan, berdasar data hingga akhir tahun 2015 dwelling time 4,7 hari. Dengan mengggunakan sistem SRM dwelling time menjadi 3,7 hari.