Pemerintah Dapatkan Siswa Siswi Terbaik Melalui LKS

Anas (Bupati Banyuwangi), Gus Ipul (Wagub Jatim), Saiful Rachman (Kadispendik Jatim)

Anas (Bupati Banyuwangi), Gus Ipul (Wagub Jatim), Saiful Rachman (Kadispendik Jatim)

Jawa Timur, portal nasional – Untuk tahun ini Banyuwangi dipilih menjadi tuan rumah Lomba Kompetensi Siswa Siswi Menengah Kejuruan (LKS SMK) XXVI Tahun 2017. Kegiatan yang dilaksanakan 23-27 Oktober 2017 dibuka oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Gubernur Jawa Timur dan Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, di GOR Tawangalun Banyuwangi.

Ajang ini juga dipakai sebagai seleksi oleh pemerintah untuk mendapatkan siswa-siswi SMK terbaik dari Jawa Timur.

Bagi yang lolos seleksi akan dibimbing dan dibina untuk diikutsertakan pada kompetisi keahlian tingkat nasional dan juga sampai tingkat internasional.

Sebanyak 2.000 lebih siswa dan guru pembimbing akan berkompetisi menampilkan karya terbaiknya.

“Lewat kompetisi ini, SMK diharapkan tergugah untuk menciptakan inovasi dan terangsang kreativitasnya. Kami akan perkuat kelembagaan SMK. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas sarana prasarana dan pengajarnya,” ungkap Saifullah Yusuf.

Disamping itu pemerintah provinsi jawa timur juga berencana melakukan revitalisasi SMK, antara lain akan menjadikan SMK sebagai badan layanan umum daerah (BLUD).

“Kami juga akan menautkan SMK dengan kebutuhan peluang kerja yang ada,” jelas Saifullah Yusuf.

LKS SMK sebagai seleksi pemerintah untuk mendapatkan siswa-siswi SMK terbaik dari Jawa Timur.

SLKS SMK sebagai seleksi pemerintah untuk mendapatkan siswa-siswi SMK terbaik dari Jawa Timur.

Anas, Bupati Banyuwangi, mengatakan SMK ikut berperan dalam mendukung pariwisata yang ada di Banyuwangi, selain pertanian dan ekonomi kreatif.

Untuk mendukung itu, pemerintah juga terus memberikan sejumlah sarana dan fasilitas bagi SMK agar bisa praktek langsung. Salah satunya, membangun edukasi hotel (edotel) di SMK Negeri I Banyuwangi.

“Cara ini akan memberikan ketrampilan yang dibutuhkan oleh siswa. Ini bisa menjembatani dengan lapangan kerja yang sesungguhnya,” kata Anas.

“Edotel juga berperan sebagai teaching factory dimana siswa bisa belajar praktik secara langsung dan bukan sekedar teori dalam kelas,” sambung Anas. 

Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menyampaikan, LKS ini akan dilaksanakan dari 23–27 Oktober 2017 dengan 51 bidang keahlian yang dikompetisikan.

Dari 51 itu, dikelompokkan, bidang tekonogi ada 27, bidang bisnis dan manajemen (bismen) ada 5, pertanian ada 5, parwisata ada 6, ketrampilan kayu dan tekstil 4, ada serta kesehatan 3 .

“Bagi siswa yang menang dalam kompetisi ini akan mewakili Jawa Timur untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional,” terang Saiful Rachman./*