Pemberitaan Resahkan Perusahaan Dan Warga

PT Suparma Tbk
PT Suparma Tbk

Surabaya – Sorotan sejumlah media mengenai pemasangan pipa steam oleh PT Suparma Tbk, ternyata membuat direksi gerah. Bahkan tidak hadir walau diundang beberapa kali.

PT Suparma membantah, sengaja tidak menghadiri undangan yang disampaikan Komisi C bidang pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Justiohadi General Affair PT Suparma menuturkan, pada saat undangan diberikan sejumlah direksi PT Suparma sedang berada di luar daerah. Sehingga pada waktu itu, pihaknya tidak ada yang bisa menghadiri undangan tersebut.

“Pada pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), kita kirimkan surat tanggapan ke Komisi C, kalau kita, jelas tidak memiliki kapasitas untuk menghadiri undangan itu,” ujarnya.

Justiohadi menjelaskan, pertama kali ijin pemasangan pipa di atas jalan diperoleh pada tanggal 12/04/2010. Namun ijin tersebut kemudian habis pada tahun 2011.

PT Suparma kemudian berusaha memperpanjang ijin pemasangan pipa ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada bulan 03/2011.

Pada tanggal 12/08/ Dinas PU Bina Barga memberikan jawaban tidak memperpanjang ijin pipa tersebut. Begitu juga ketika pihaknya berusaha mengajukan ijin kedua kalinya pada 2012, bahkan dinas juga tidak memberikan jawaban hingga sekarang.

Bahkan akibat gencarnya pemberitaan di sejumlah media, membuat para karyawan di PT Siantar Maju resah. “Para karyawan telah melaporkan kegelisahaan mereka ke Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI),” tegasnya.

“Jujur, warga gelisah akibat berita di media,” kata Arifin salah seorang warga.”PT Suparma, sebenarnya sempat bilang ke warga dan ingin masang pipa di bawah tanah, tapi warga menolaknya,” tembahnya.

“Warga takut, kalau dipasang di bawah tanah masyarakat tidak bisa memantau secara langsung, sementara kalau di atas jalan mudah dipantau oleh siapapun,” ungkapnya.

Berdasarkan bukti yang ditunjukan perusahaan merupakan air bersih biasa dan tidak berbahaya dan sudah ada mulai tahun 1995.