Pembentukan Karakter Siswa Di Komunitas Pegiat Kebangsaan (KPK)

Harun bersama peserta Komunitas Pegiat Kebangsaan

Harun bersama peserta Komunitas Pegiat Kebangsaan

Jawa Timur – Program pegiat kebangsaan yang merupakan program pembangun karakter siswa, kembali digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Pada pelaksanaan kali ini, diikuti oleh siswa yang masuk dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) baik dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Jawa Timur dan yang tergabung dalam Komunitas Pegiat Kebangsaan (KPK).

Harun, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mengungkapkan, untuk menjalankan program pendidikan tidak cukup hanya membuat peserta didik pintar secara akademis maupun nonakademis. Namun, perlu juga menumbuhkan pendidikan karakter siswa.

Pendidikan karakter siswa berguna untuk mengurangi kenakalan remaja, khususnya pelajar, mampu terhindar dari trafficking dan juga bahaya penggunaan narkoba.

“Siswa yang tergabung dalam KPK (Komunitas Pegiat Kebangsaan) ini adalah anak-anak pandai di sekolahnya. Dari mengikuti KPK, mereka bisa membagi pengalaman kepada teman siswa lainnya yang tidak ikut,” jelas Harun.

Harun mengatakan bahwa kegiatan KPK (Komunitas Pegiat Kebangsaan) sudah berjalan selama dua tahun. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur akan terus melakukan kegiatan ini karena dianggap cukup positif.

Menurut Sucipto, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, di era globalisasi saat ini, siswa harus memiliki pelindung bagi dirinya sendiri dan pencetakan karakter siswa harus diberikan sebagai salah satu manfaat dari pendidikan. Selain itu, KPK juga harus mampu menegakkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Ini demi mengukuhkan jati diri bangsa./*