Pembangunan Syarat Pemyimpangan

Dengar Pendapat terkait Box Culvert

Dengar Pendapat terkait Box Culvert

Surabaya – Sejumlah anggota legislasi suarabaya mempertanyakan terkait keputusan kontroversial yang dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Surabaya.

“Harga appraisal lahan milik warga antara Rp (rupiah) 2,3 juta sampai Rp 2,6 juta itu aneh, lokasinya sama, kenapa harganya berbeda,” tanya Endik Suhadi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

“Yang membuat saya tidak habis pikir, kenapa kontraktor yang datang untuk membayar uang muka ganti rugi, jangan-jangan ada sesuatu dibalik itu semua,” ungkap Endik penuh curiga.

“Kalau soal peta bidang, Badan Pertanahan Nasional (BPN) harus secepatnya menyelesaikan, jangan yang satu selesai, tapi warga lainnya belum,” paparnya.

Endik menambahkan, kepada warga untuk meminta melepaskan lahan mereka sesuai dengan harga tanah sekarang.

Jika beberapa tahun lalu warga meminta Rp 3 juta per meter dan hanya dikabulkan Rp 2,3 juta per mete. Maka sekarang Pemkot Surabaya harus membayar Rp 7 juta per meter.

“Hingga sekarang masih ada 31 persil milik warga di Sukomanunggal yang belum menerima ganti rugi,” kata Erna Purnawati Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Surabaya.

“Begitu persyaratan administrasi milik warga lengkap kita akan langsung menghitung biaya ganti rugi,” terangnya.