Pembangunan Diganjal Perusahaan BUMN

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Legislator Surabaya menilai koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam jaringan utilitas sangat lemah.

Beberapa perusahan BUMN itu seperti Perusahaan listrik Negara (PLN), Telekomunikasi (Telkom) dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

Hingga saat ini sekitar 8 proyek pembangunan Box Culvert maupun pedestrian. Pengerjaannya terkendala oleh proses pemindahan jaringan utilitas yang ada di sekitar kawasan tersebut.

Vinsensius anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengatakan, kalangan dewan memfasilitasi pertemuan antara Pemkota dengan instansi jaringan utilitas.

Masih kata Vinsensius, sebab pihaknya mendapat keluhan masyarakat. Akibat banyak proyek terbengkalai yang mengganggu arus lalu lintas bahkan menimbulkan banjir.

“Ini kan memasuki musim penghujan, jika tidak selesai bisa banjir, macet dan sebagainya,” kata Vinsensius.

Vinsensius menyampaikan, dari beberapa jaringan utilitas yang tertanam, sebagian besar kendala pengerjaan proyek diakibatkan oleh jaringan PLN.

“Dari pertemuan pertama hingga kedua ini, isinya saling lempar satu sama lain,” ungkapnya. “Yang satu sudah terima surat, yang lain belum,” terangnya. “Kemudian yang satu sudah koordinasi, lainnya belum,” paparnya.

Vinsensius menyarankan, pada tahun 2017 dan setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disahkan. Pemkot segera mengajak duduk bersama instansi jaringan utilitas guna membahas program kerja yang akan dilaksanakan. Agar, instansi terkait sudah menyiapkan anggaran untuk pemindahan utilitasnya.

“Jadi nanti sudah tidak ada lagi, alasan kekurangan anggaran, kemudian belum ada persetujuan, ini konyol,” pungkasnya.