Pembalakan Liar Habiskan Hutan

hutanSurabaya – Aksi pembalakan liar di Carang Wulung tepatnya Wonosalam wilayah Jombang masih terus terjadi. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak sedikit pohon-pohon berdiameter besar yang ditebang serta meninggalkan bekas tebangan.

Pembalakan liar itu langsung diketahui Yahya Amin merupakan Sekretaris Perhutani Divre Jatim berserta Heru Dwi ADM Perhutani Jombang. Saat itu melihat Kesatuan Pengelolaan Hutan (KHP) Carang Wulung di Kecamatan Wonosalam.

Yahya sangat menyayangkan dan memang itu jadi kelemahan dari Perhutani untuk mengawasi. Karena tidak seimbangnya luasan hutan yang harus diawasi dengan petugas yang ada.

“Kita tidak bisa memantau semua luasan hutan secara efektif, karena itu kita bersama masyarakat sekitar hutan terus melakukan kerjasama kemitraan untuk pengawasan hutan agar tetap terjaga,” ujarnya.

“Kalau tidak ada kopi atau tanaman lain di sekitar kayu-kayu yang besar itu, maka pelaku pencurian kayu akan mudah menebang pohon yang sudah berdiameter besar,” kata Urip Sumohardjo Tokoh Masyarakat di Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Wonosalam.

Berdasar pantauan, hutan Carang Wulung kondisinya untuk kawasan atas. Selain banyak pohon yang ditebang juga mengecilnya debit mata air di kawasan itu, bahkan banyak yang sudah mati.

Selain pohon pinus yang banyak jadi sasaran para pembalak kayu. Beberapa satwa liar di dalam hutan seperti ayam hutan, luwak, garangan, burung langka dan jenis reptil lainnya juga sering diburu orang-orang yang tidak peduli dengan kondisi hutan.

“Saya tidak yakin Perhutani tidak tahu dengan semua itu, kejadian yang ada di Wonosalam itu, hanya sebagian kecil dari kasus-kasus perusakan hutan yang ada di Indonesia,” kata Amiruddin Muttaqien Direktur Padepokan Wonosalam Lestari.

Bahkan Amir juga minta supaya kesepakatan yang sudah dibuat dengan warga tidak hanya berlaku sesaat akan tetapi berlaku seterusnya.