Pelanggar Perda Harus Ditutup

Erwin Tjahyadi

Erwin Tjahyadi

Surabaya – Dalam dengar pendapat Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Diperidagin) Surabaya terkait pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) nomor 08 tahun 2014 tentang Tata Cara Penerbitan Izin Usaha Toko Swalayan Kota Surabaya.

Erwin Tjahyadi anggota Komisi B DPRD Surabaya mengatakan, dari hasil dengar pendapat, banyak catatan yang dan harus dilakukan pengetatan oleh Disperindagin termasuk penegak Perda.

“Catatan kami ada beberapa pasal yang masih dilanggar oleh pengelola swalayan,” kata Erwin. “Padahal Perda nomor 08 tahun 2014 ini efektif sudah berjalan selama 2 tahun,” tammbahnya.

“Namun dilapangan tetap saja pemilik swalayan masih banyak yang melanggar,” ungkapnya.

Masih kata Erwin, pelanggaran yang dilakukan itu diantaranya, tentang jarak antara swalayan dengan pasar rakyat harus 500 meter (m). Namun pada kenyataannya hanya 5 m dengan pasar tradisional.

“September tahun ini sudah tidak ada ampun, jika pengelola Swalayan tidak pindah karena dekat dengan pasar rakyat harus ditutup, ini serius bukan main-main,” tegasnya.

Erwin menyampaikan, mengenai ketentuan jam buka yang tertuang di dalam Perda. Jam buka pasar Swalayan mulai hari Senin hingga Jumat pukul (pk) 08.00 hingga pk 22.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Untuk hari Sabtu dan Minggu hingga pk 23.00 Wib.