Pelaku Intimidasi Dolly Pada Cuci Tangan

Surat Intimidasasi

Surat Intimidasasi

Surabaya – Setelah seminggu menerima dana kompensasi, sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) juga mucikari di lokalisasi Dolly dan Jarak ramai-ramai mengembalikan uang tersebut.

Salah satu PSK menyatakan, pengembalian kompensasi tersebut lantaran uang yang mereka terima dinilai tidak akan mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari hari.

Menurutnya, uang yang diberikan kepada para PSK hanya sebesar Rp (rupiah) 5,05 juta. Dengan uang sebesar itu, ia mengaku kesulitan ketika hendak memulai usaha baru.

“Saya masih punya keluarga dan juga anak-anak, belum lagi tanggungan saya yang lainnya juga masih banyak,” tambahnya.

Chony Kurniawan tim advokasi Front Pekerja Lokalisasi (FPL) mengatakan, pengembalian uang kompensasi yang dilakukan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari memang dilakukan secara simbolis, nantinya ada 70 PSK yang menyusul.

“Mereka sadar dengan sendirinya bahwa uang kompensasi yang diterima tidak akan mampu mencukupi kebutuhan mereka,” terangnya.

“Sehingga mereka lebih memilih kembali ke pekerjaan yang lama dan kami tidak pernah melakukan perbuatan intimidasi seperti yang dituduhkan selama ini,” tembahnya.

“Justru sebaliknya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan aparat hukum terus melakukan intimidasi dengan berbagai cara, mulai menyamar sebagai konsumen PSK hingga berupa selebaran yang tertempel di rumah-rumah,” ungkapnya.

“Sebelumnya ada selebaran yang mengatasnamakan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) tertempel di beberapa rumah warga dan wisma,” paparnya.

“Namun setelah kami konfirmasi ke pak Awi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, beliau membantah jika selebaran itu benar-benar di Polda Jatim,” jelasnya.

“Pagi pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) ternyata selebaran yang sama disebar melalui Helikopter, memang disini ada apanya, kami ini tidak membuat gerakan apa-apa,” tanyanya.

“Karena kami sadar hanya sebagai pendamping, artinya mendampingi jika ada keluhan dari PSK, Mucikari dan warga terdampak, sampek sebegitunya,” pungkasnya.