Pelajar Surabaya Positif Narkoba

bnnSurabaya – Whisnu Sakti Buana (WS) Wakil Wali Kota Surabaya meminta pada Dinas Pendidikan (Disdik) Surabaya untuk melakukan koordinasi dengan seluruh kepala sekolah.

Semua itu untuk mewajibkan setiap Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menempatkan Gerakan Kampanye Perang terhadap narkoba sebagai salah satu kegiatan utamanya.

“Seperti mengintegrasikan dengan kegiatan kesenian seperti lomba ludruk atau teater pelajar antar sekolah yang temanya narkoba adalah musuh Bangsa Indonesia,” kata WS.

Masih kata WS, generasi muda merupakan aset masa depan bangsa. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba.

“Narkoba merupakan salah satu bentuk kejahatan lintas negara,” ungkap WS. “Dan sasaran paling potensial adalah kalangan muda dan pelajar,” tambahnya.

WS menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menganggap persoalan narkoba adalah masalah yang serius. WS menilai gagasan Wali Kota Surabaya melakukan kerjasama dengan Badan narkotika Nasional (BNN) bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap pengguna narkoba, khususnya pada kalangan pelajar.

dr Singgih Widi Pratomo adalah dokter rehabilitasi BNN Surabaya mengatakan, pada periode bulan 01 hingga 11/2016 sebanyak 200 pelajar Surabaya yang positif mengkonsumsi narkoba.

Semua itu terungkap ketika Pemkot Surabya dan BNN Surabaya melakukan tes urine pada beberapa sekolah. Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kartini dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Siang.

Didapati 4 pelajar SMK dan 1 pelajar SMP yang positif narkoba. Pada SMP Negeri (N) 52 ditemukan 5 siswa positif narkoba.