Pedagang Segel Ruang Komisi B

pasarSurabaya – Puluhan pedagang dari Pasar Tanjungsari dan Dupak mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya dan langsung menunju ke ruang kerja Komisi B bidang Perekonomian (Eko) DPRD Surabaya untuk melakukan penyegelan.

Semua itu berawal dari pengajuan rapat gelar pendapat seputar polemik perizinan pasar yang tidak kunjung direspons.

“Kami sudah mengajukan surat pengajuan dengar pendapat sebulan lalu, tapi tidak kunjung dikabulkan,” kata Kusnan Koordonator Pedagang Pasar. “Ini ada apa dengan komisi B,” tambahnya.

Masih kata Kusnan, Komisi B hanya mau mendengar pedagang besar saja. Sementara pedagang kecil seperti di Pasar Tanjungsari dan Dupak tidak sama sekali.

“Saya berharap aparat hukum dalam hal ini Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa segera melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap mereka yang bermain-main dalam kasus ini,” ungkapnya.

“Ini jelas ada udang dibalik batu, kenapa permintaan hearing kami tidak diperhatikan,” katanya.

Pasca melakukan penyegelan terhadap ruang Komisi B DPRD Surabaya.

Pedagang berjanji akan datang kembali pada tanggal 28/08/2017 mendatang.

Baktiono anggota Komisi B DPRD Surabaya menyatakan siap untuk menerima perwakilan pedagang.

“Status saya hanya anggota, sementara yang mengatur jadwal rapat dengar pendapat itu unsur pimpinan,” ungkap Baktiono.

“Kebetulan saat ini sedang keluar kota , sebetulnya draft surat undangan rapat dengar pendapat sudah dibuat,” terangnya.

“Tinggal dikirim ke pedagang dan instansi terkait, saya berharap secepat mungkin,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Achmad Zakaria yang juga anggota Komisi B DPRD Surabaya. “Kami akan upayakan rapat digelar secepatnya,” ujarnya.