Pedagang Pasar Ancam Tidak Bayar ILP

Moch Machmud

Moch Machmud

Surabaya – Para pedagang pasar di Surabaya yang tergabung dalam Kumpulan Pedagang Pasar Seluruh Surabaya (KPPSS) kembali mendatangi Moch Machmud Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

10 pedagang tersebut untuk menyampaikan pernyataan sikap tentang rekrutmen Direksi Pembinaan Pedagang dan Direksi Teknik PD Pasar Surya Surabaya.

Dalam surat ‘protesnya’ KPPSS meminta proses rekrutmen jajaran direksi harus dibatalkan dan diulang kembali serta diusut tuntas siapa dalangnya. Bahkan prosesnya terdapat aroma kuat Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN).

“Yang membahayakan para pedagang pasar itu akan melakukan boikot untuk tidak membayar Iuran Layanan Pasar (ILP). Mereka mengancam bila proses ini tidak ditindaklanjuti, pedagang nekat akan boikot,” kata Mach Machmud.

“Sebagai pedagang kami sangat dirugikan, kalau memang rekrutmen kedua direksi cacat hukum, jadi rekrutmen direksi itu harus diulang,” beber Husen Ketua KPPSS. “Kami akan benar-benar mogok bayar ILP pada bulan Agustus nanti bila tuntutan kami tidak mendapatkan respon,” tegasnya.

“Ini yang bahaya dan berat ancaman dari para pedagang. Karena akan berdampak pada pendapatan PD Pasar. Saya sarankan untuk tidak melakukan itu,” kata Machmud. “Walikota harus segera bertindak agar para pedagang juga tidak resah,” tambahnya.

Para pedagang yang mendatangi Ketua DPRD Surabaya tersebut merupakan perwakilian dari para pedagang Pasar Pucang, Bratang, Kayun juga Blauran.

Para pedagang sebenarnya sudah berkirim surat ke Badan Pengawas PD Pasar Surya, Direktur Utama PD Pasar Surya, Walikota dan DPRD Surabaya.

Isinya memprotes tentang rekrutmen direktur teknik dan direktur pembinaan pedagang tersebut diduga kuat ada unsur KKN, tidak transparan dan penuh dengan rekayasa.

Para pedagang mengeluhkan proses pengangkatan Nurul Azza Direktur Pembinaan Pedagang dan Zandy Ferryansah Direktur Teknik PD Pasar Surya.

Pada proses pengiriman lamaran via pos, dua nama itu tidak ada. Namun tiba tiba kedua dinyatakan lolos seleksi administrasi dan ikut ujian psikotes.

Ternyata Zandy adalah anak dari Hadi Siswanto Anwar Asisten III bidang Adminitrasi Umum Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Ternyata masih ada nama lain, salah satunya Patria Widyastuti menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hukum PD Pasar tidak lain adalah anak dari Emanuel Sudjatmiko tahun 2014.