Pedagang Minta Pemkot Putuskan Kontrak

I Wayan Titip Sulaksana

I Wayan Titip Sulaksana

Surabaya – Permasalahan yang menghantui kejelasan status pada ratusan pedagang pasar turi. Perwakilan pedagang pasar turi akhhirnya mengadakan pertemuan secara tertutup di ruang sidang Walikota Surabaya.

“Karena ada kesalahan yang dilakukan oleh PT Galah Bumi Perkasa (GBP) dan pedagangan akan melaporkan GBP melakukan penggelapan, penipuan maupun penggelapan pajak,” kata I Wayan Titip Suksana kuasa hukum pedagang Pasar Turi pasca pertemuan tersebut.

“Karena apa perjanjiannya adalah Build Operate and Transfer (BOT), tetapi yang dijual strata title,” tambahnya. “Kemudian pedagang sudah membayar pajak, padahal stand belum terima, mengenai kerugiannya mencapai Rp (rupiah) 1,4 triliun,” terangnya.

Masih kata Wayan, kita akan merapatkan barisan karena ada 7 kelompok. “Dan perwakilan-perakilan itu yang akan melaporkan, intinya BOT tidak boleh dijual dengan strata title,” ungkap Wayan.

Wayan menambahkan, tapi harus di hak pakaikan selama 25 tahun, setelah 25 tahuan makan bangunan tersbeut harus diserahkan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang mengacu pada Undang-Undang (UU).

“Yang boleh strata telle adalah rumah susun, ini pasar,” paparnya. “Cuma saya agak kecewa dengan kepemimpinan tidak hanya pada bu Risma sekarang ini, lapiran banyak masuk kenapa hanya diam saja, apa ada sebenarya,” jelasnya.

“Pedagang sejak pasar dibakar dari 2007 sampai dengan, sekarang, pedagang sudah lama menderita, dan mereka sudah lama menderita, sekarang inipun Tempat Penamgpungan Sementara (TPS) terancam mulai digusur, ini maunya apa,” tanyanya.

Seperti yang disampaikan Wayah, Bahwa Tri Rismaharini tidak terima dengan statemen yang berasal dari dirinya dengan alasan takut.

“Kenapa banyak pelanggaran kok tidak diakhiri perjanjiannya, tidak perlu ke pengadilan cukup dengan pemutusan sepihak, kalau tidak terima pedagang siap membela bu risma, dan minggu ini pemkot akan mumutuskan kontrak, suratnya sudah ada,” pungkas Wayan.