Pedagang Dukung Risma, Ambi Alih PTB

Pembangunan PTB

Pembangunan PTB

Surabaya – Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya memberikan peringatan keras berupa ancaman akan mengambil alih pembangunan Pasar Turi Baru (PTB) dari PT Gala Bumi Perkasa (GBP) sebagai investor.

Rupanya mendapat dukungan dari kelompok pedagang eks kebakaran yang nasibnya digantung selama beberapa tahun mendukung sekaligus mendorong agar sikap itu benar-benar dilaksanakan.

Rosyid salah satu pedagang menegaskan mendukung penuh langkah yang diambil Risma. Semua itu disebebkan rasa kecewanya pedagang pada PT GBT yang kerap umbar janji.

“Dulu investor ngomongnya bulan 02/2014 tuntas, namun meleset, dan janji lagi tuntas bulan 04/2014, lalu molor jadi awal Ramadan, dan sekarang janji bulan 10/2014 nanti, padahal, pembangunan PTB sekarang ini sekitar 65 persen sebagaimana keterangan mandor, jadi saya semakin yakin, pembangunan PTB tidak akan tuntas pertengahan bulan 10/2014 ini,” terangnya.

Tidak itu saja, selama ini pedagang kerap dimintai uang oleh investor. Diantaranya pedagang harus membayar Rp (rupiah) 7 juta untuk ambil kunci, pedagang masih dibebani denda karena dianggap telat bayar.

Pedagang harus membayar biaya strata title dan beberapa pungutan yang tak jelas sehingga merugikan pedagang. Ironisnya, di saat pedagang sudah habis-habisan mengeluarkan banyak uang, ternyata pembangunan PTB tidak juga kunjung selesai.

“Jika memang Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serius, seharusnya diambil alih PTB dilakukan sejak awal tahun 2014, kenyataannya,” kata Suhaemi Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi (HP2T)

“Meski investor bolak-balik melakukan tindakan wan prestasi, Pemkot tidak segera memberikan denda atau hukuman, makanya, Pemkot harus membuktikan ketegasannya untuk mengambil alih pada tanggal 14/10/2014 nanti bila masih molor,” tambahnya.

Masih kata Suhaemi, saat ini pembangunan PTB tidak sesuai dengan jadual. Ini bisa dilihat di lapangan dengan masih banyaknya lantai yang belum ada stannya. Kalau pun terbangun stan, itu hanya di lantai lower ground dan ground. Sedangkan lantai lainnya belum. Bahkan listrik, air, sarana dan prasarana lainnya belum siap juga.