Pedagang Dan Investor PTB Saling Tuding

Dengar Pendapat

Dengar Pendapat

Surabaya – Setelah menunggu lama pembangunan mega proyek Pasar Turi yang tidak tepat waktu pada tanggal 02/04/2014 lalu.

Akhirnya pedagang Pasar Turi mendapat kepastian dari investor PT Tata Bumi Raya (TBR) bahwa proses finishing pembagunan Pasar Turi Baru (PTB) selesai pada pertengahan bulan 10/2014 mendatang.

Tentu saja, hal tersebut bertolak belakang dengan keinginan Tri Rismaharini (Risma) WalikotaSurabaya agar para pedagang bisa menggunakan sebelum bulan puasa di tahun ini tepatnya pada bulan 06/2014.

Jamhadi selaku Direktur (Dir) PT TBR mengakui, pembangunan Mall PTB sudah dipercepat sehingga bisa segera ditempati. Dalam proses pembangunan pasar ada satu tambahan tingkat, yakni ada penambahan 1 lantai lagi sebagai tempat parkir.

Masih kata Jamhadi, ada keterlambatan karena tidak sesuai dengan jadwal, karena ada hambatan seperti volume pekerjaan dan peningkatan kualitas. Tak cukup itu, ada tambahann pekerjaan yakni galian dibawah tanah karena ada bekas beton Pasar Turi lama.

“Bangunan yang dibawah tanah selesai dikerjakan, ini diluar perkiraan kami,” katanya.

Proses pengerjaan interior sudah menyelesaikan 4800 stand dari jumlah total sekitar 6 ribuan kios. Rolling door sudah selesai terpasang di 4800 stand.

“Kami akan menyelesaikan pada akhir bulan 09/2014 dan paling lambat pertengahan bulan 10/2014, ini demi kenyamanan,” ujarnya.

Raja Siraid perwakilan dari PT Gala Bumi Perkasa (GBP) menerangkan, Pasar Turi sebelum dilakukan pembangunan harusnya terima lahan secara bersih dari Walikota pada bulan 10/2012 lalu.

Dan ditunda karena belum bersih, ada sisa bangunan pasar lama. Investor baru terima lahan pada bulan 02/2013. Selain itu, seblum dilakukan pemancangan ada Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang menghambat.

“75 persen material diimpor, ini untuk memperoleh hasil yang bagus, namun proses impor ini butuh waktu yang tidak sebentar,” ujarnya.

Rosyid Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi (HPP) menampik TPS mengganggu pembagunan. Berdasarkan surat dari walikota, jarak 15 meter dari konstruksi pasat tidak bisa mengganggu. Itu artinya keberadaa TPS sama sekali tidak menghambat.

“Yang menghambat karena ada penambahan 3 lantai dari semula 6 lantai, padahal 9 lantai ini cukup membahayakan,” katanya.

Bashori Perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemerintah kota (Disperidag Pemkot) Surabaya mengatakan pemerintah sudah meminta berkas-berkas tentang adanya bunga dan denda yang dialami para pedagang.

“Kita sudah catat semunya untuk dipelajari semua keluhan pedagang, termasuk adanya bunga dan denda, saat ini sedang kita kaji,” katanya.

Yusuf Rusli Ketua Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menegaskan akan mengawal penyelesaian pembangunan hingga akhir masa jabatan pada tanggal 24/08/2014 mendatang.

Apalagi, Pemkot saat ini sedang menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Jawa Timur (BPKP Jatim) dan tim dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) untuk megetahui adanya dugaan penyimpangan.

“Hasil audit itu nanti yang akan menjadi dasar bagi Pemkot untuk mengambil langkah,” terangnya.