PDIP Ternyata Tipu Warga Dolly Dan Jarak

Supeno

Supeno

Surabaya – Berbagai upaya pembelaan warga Putat Jaya agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunda penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak.

Bahkan kini sudah beralih kepada sikap perlawanan, karena beberapa pertemuan yang digelar Wisnu Sakti Buana (WS) Wakil Walikota (Wawali) Surabaya masih dinilai belum memberikan solusi yang bisa diterima oleh warga terdampak.

Supeno ketua Rukun Tetangga (RT) 05 Rukun Warga (RW) 06 Kelurahan Putat Jaya mengaku sangat kecewa dengan WS, dianggap telah mengingkari janjinya untuk melakukan pembelaan terhadap keberadaan lokalisasi Dolly dan Jarak saat kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg).

“Kami sangat kecewa dengan pak Wisnu dan Pak Kadar yang saat kampanye berjanji akan membela warga dengan cara mempertahankan keberadaan lokalisasi disini, dengan syarat coblos Caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),” tambahnya.

“Setelah kami turuti, ternyata sekarang malah berpihak kepada Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya yang akan melakukan penutupan, tentu kami akan melawan sampai titik darah penghabisan karena ini menyangkut penghidupan kami,” ucapnya penuh emosi.

“Saat melakukan sosialisasi dengan salah satu Caleg perempuan, Kadar meminta peluru berupa meloloskan dirinya menjadi anggota dewan dari PDIP untuk mempertahankan lokalisasi, karena dirinya mengaku hanya punya senjatanya, dan berjanji akan pasang badan didepan dengan buka baju untuk membela warga dari rencana penutupan,” terang Pendik salah seorang warga.

“Saat warga melakukan aksi demo penolakan dan meminta kepada pak WS untuk mengklarifikasi pernyataannya, Kadar sudah tidak muncul lagi, ini bisa kami artikan bahwa Kadar telah mengingkari masyarakat pemilihnya,” ungkapnya.

Supeno mengaku telah diperdayai oleh Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, karena hampir seluruh program dan pendataan terkait rencana penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak hanya hasil rekayasa belaka.

“Semua yang dilaporkan Dinsos Surabaya ke Walikota adalah rekayasa, jadi bukan data yang sebenarnya, karena Disnsos belum pernah terjun langsung mendatangi kami seluruh warga terdampak,” ulasnya.