PDAM Ajukan Gugatan

pdamSurabaya – Sengketa tanah dan gedung kantor milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya yang ada di Jalan Basuki Rahmat penuh kejanggalan.

“2 penetepan eksekusi yaitu atas nama Siti Fathiyah dengan nomor 10/EKS/2012/PN.SBY dan Hanny Layantara dengan nomor 93/EKS/2013/PN.SBY,” kata Sayid M Iqbal Sekretaris PDAM Surya Sembada Surabaya.

“2 penetapan itu dalam 1 obyek yang sama yaitu kantor PDAM Surabaya di Jalan Basuki Rahmat (Basra),” terangnya

Masih kata Iqbal, atas dasar itulah, PDAM Surabaya kemudian mengajukan gugatan perlawanan eksekusi ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Iqbal menambahkan, saat ini banyak pihak yang memperebutkan dan mengklaim memiliki hak atas kantor PDAM Surya Sembada yang ada Basra.

Sudjatmiko Ketua PN Surabaya menyampaikan ketidak tahuan atas kasus tersebut. “Saya belum mengetahui detailnya, kalau seperti ini bisa jadi tumpang tindih,” ungkapnya. “Saya akan pelajari dulu penetapan eksekusi ini,” terangnya.

“Kalau masalah materi hukum saya tidak boleh mengintervensi hakim, karena itu kewenangan hakim, kecuali menyangkut kepentingan publik,” tegasnya.

Perlu diketahui, sengketa kantor PDAM muncul berawal dari gugatan Siti Fatiyah. PDAM Surabaya dinyatakan kalah dan diperintahkan memberikan salah satu aset negara itu ke Siti Fatiyah.

Bahkan PN Surabaya sempat mengeluarkan surat penetapan eksekusi nomor 10/EKS/2012/PN.SBY atas nama Siti Fatiyah.

Kemudian akhirnya Siti Fatiyah meninggal dunia usai ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemalsuan akta otentik oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Siti Fatiyah setelah meniggal, ternyata ada nama Hanny Layantara yang mengklaim telah membeli kantor PDAM Basra dari ahli waris Siti Fatiyah.

Berdasarkan akta jual beli yang dibuat oleh notaris Johanes Limardi . Lalu Hanny Layantara mengajukan gugatan dan akhirnya mendapatkan surat penetapan eksekusi dengan nomor 93/EKS/2013/PN.SBY.