PAW PDIP Batal, Suara Di Dewan Berkurang

dprdSurabaya – Keterlambatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya dalam mengurus proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Siti Mariyam menggantikan Wisnu Sakti Buana (WS), berimbas pada lemahnya kekuatan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) dalam menjalankan roda institusi legislatif.

Sejak WS menyatakan mundur dari posisi Wakil Ketua (Waket) DPRD Surabaya, anggota FPDIP tentunya berkurang 1 orang. Begitu juga dengan jumlah suara fraksi dalam rapat yang diselenggarakan DPRD.

“Saya dapat surat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP sejak tanggal 05/02/2014 dan langsung kami serahkan ke DPRD Surabaya setelah menyiapkan persyaratan lainnya,” kata Siti Mariyam.

Masih kata Mariyam, dirinya hendak bertanya kepada Ketua DPRD Surabaya terkait keterlambatan proses PAW. Padahal masa berakhirnya jabatan anggota legislatif pertanggal 24/08/2014.

“Paling akhir tanggal 24/02/2014, tapi saya menyerahkan berkas PAW sebelum tanggal itu artinya bisa langsung diproses,” tambahnya.

“Ketua DPC PDIP berpesan pada saya dan membesarkan hati saya untuk terus berjuang bersama serta fokus dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) sambil mencari cela aturan hukum supaya proses PAW dapat dilaksanakan,” terangnya.

Edward dewaruci Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya menjelaskan, proses PAW tidak bisa dilakukan jika masa akhir jabatan anggota legislatif tinggal 6 bulan.

“Jika mengurusnya itu didalam 6 menjelang akhir masa jabatan tentunya tidak bisa di proses,” pungkasnya.