Partai Islam Dukung Miras

mirasSurabaya – Peredaran minuman keras (miras) pada tingkat pengecer dipastikan bakal kembali berlaku di Surabaya. Pada akhirnya Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Pansus Raperda) Pengendalian dan Pembatasan Minuman Beralkohol (Mihol), menyetujui klausul diperbolehkannya Supermarket dan Hypermarket menjual minuman beralkhohol termasuk Mihol tipe A (kadar alkhohol 5 persen ke bawah) .

Keputusan persetujuan klausul peredaran Mihol di Supermarket dan Hypermarket sempat diwarnai perdebatan. Bahkan Achmad Zakaria dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan meninggalkan ruangan Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Sehingga dalam pembahasan tersebut hanya dihadiri oleh 6 anggota Pansus dari 10 anggota. 4 anggota Pansus dari Partai Demokrat (PD) dan juga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak terlihat.

Dengan melakukan suara terbanyak, 5 anggota Pansus termasuk di dalamnya Mazlan Mansur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Syaiful Aidy dari Partai Amanat Nasional (PAN) menyetujui pembolehan penjualan Mihol di Hypermarket dan Supermarket .

“Saya tetap menolak penjualan Mihol di tingkat pengecer entah itu minimarket ataupun hypermarket dan supermarket,” kata Zakaria. “Saya walk out dengan maksud saya menyatakan tidak ikut bertanggungjawab atas keputusan ini,” tegasnya.