Para Mudin Sangat Layak Dipenjarakan

nikahJakarta – Dari beberapa kali pembahasan, muncul kesepakatkan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) sebesar Rp (rupiah) 50 ribu, untuk yang nikah di hari libur nilainya Rp 400 ribu sedangkan di gedung dipungut biaya Rp 1 juta.

Semua pungutan biaya akad nikah multitarif itu disetor ke kas negara yang merupakan PNBP, dari uang yang disetorkan itu, 80 persen dapat digunakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk biaya transportasi penghulu sesuai ketentuan.

Hal tersebut ternyata menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Bahkan tidak sedikit yang menginginkan para mudin dipenjarakan akibat meminta dana lebih dari ketentuan.

“Mudin kalau meminta dana itu tidak bisa ditawar, apa yang diucapkan seperti harga mati,” kata Rojack. “Saya sangat setuju kalau mereka itu dipenjarakan, menyengsarakan orang menikah, jangan salahkan pada kawin siri,” tambahnya.

“Biar merasakan pengapnya ruang penjara, saya minta aparat juga tegas tidak perduli itu mudin yang usianya tua ataupun yang muda, masukkan saja,” geram Yapto.

“Otak bagi penggagas peraturan itu, sanksinya juga yang berat sekalian, kita semua ingin menikah itu yang mudah bukannya memberatkan,”punkasnya.