Paparkan Silpa Serapan

Adi Sutarwijono

Adi Sutarwijono

Surabaya – Pasca menyatakan adanya penimbunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya. Vinsensius anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya dari Fraksi Hanura, NasDem, PPP (F Handap) semakin tersudutkan.

Pasca Sukadar anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) melakukan sanggahan. Adi Sutarwiyono juga menyampaikan hal yang senada.

Adi mengungkapkan, bahwa dalam tengah perjalanan proses serapan anggaran kerap kali tidak bisa maksimal. Namun, kondisi itu disebabkan oleh proses lelang, perencanaan, kemudian adanya petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

“Silpa kita tidak terlalu besar setiap tahunnya kurang dari 10 persen dari APBD total Rp (rupiah) 7,4 Triliun,” terangnya.

Masih kata Adi, Silpa tersebut sebagai kekuatan cadangan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menambah atau sebagai jaring pengaman ketika perencanaan anggran berikutnya defisit.

Dengan besaran silpa itu tidak perlu dirisaukan atau bahkan disebut penimbun APBD. “Itu hal yang logis ketika perencanaan dan pelaksanaan tidak berjalan paralel, karena banyak faktor yang mempengaruhinya,” ungkapnya.

Adi menyampaikan, kritisnya Vinsensius merupakan hal yang wajar. Ketika disampaikan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dinilai mengandung tendensi tertentu.