Pansus Nyatakan Selesai Raperda Minuman Beralkohol

Perda Minuman Beralkohol

Perda Minuman Beralkohol

Surabaya – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Minuman Beralkohol (Mihol) akhirnya selesai melalui proses pembahasan. Di dalam Raperda tersebut terdapat 23 pasal, bahkan juga pasal sanksi adminitratif, larangan menjual, syarat ‚Äď syarat perizinan serta masalah label juga diatur.

Blegur Prijanggono Ketua Panitia Khusus (Pansus) Mihol mengatakan, memang minggu lalu sebenarnya sudah finalisasi, namun setelah dikaji ulang ternyata ada 1 pasal lagi yang perlu dimasukan ke dalam Raperda ini.

Pasal tersebut, membahas tentang pemberian label kepada seluruh mihol, baik golongan A, B dan C, bilamana pemilik usaha mihol ingin masuk ke Surabaya.

“Artinya dengan adanya labelisasi, peredaran mihol yang semakin merajalela di Surbaya ini akan semakin terkontrol, kita menginginkan raperda ini bisa ditaati oleh semuah pihak,” terangnya.

“Terutama bagi kalangan pebisnis minuman beralkohol, dan untuk yang membuat label, itu adalah tim terpadu dengan pihak asosiasi,” paparnya

“Ini terakhir sudah tidak ada lagi pembahasan, tapi untuk hari ini memang ada pasal yang harus ditambahkan, makanya saya ingin dibacakan adanya perubahan – perubahan yang ada di dalam pasal ini,” tambahnya.

“Dari sebelumnya pasalnya berjumlah 22 pasal sekarang menjadi 23 pasal itu sudah final,” ucap Bleggur.

“Setelah kami laporkan ke Badan Musyawarah (Banmus), kami tinggal menunggu kapan untuk diparipurnakan untuk melaporkan bahwa Raperda mihol ini telah selesai,” jelasnya.

“Dan setelah Raperda ini disahkan menjadi Perda kami memberi waktu satu bulan untuk para penjual mihol agar segera mengembalikan mihol itu kepada distributor ataupun sub distributor sebelum mereka mengurus izin dan syarat – syaratnya,” sarannya.