Pansus Mengatur Limbah Cair Supaya Tidak Menimbulkan Pencemaran Sungai

Sugito

Sugito

Surabaya – Perkembangan jumlah penduduk semakin menunjukan angkat peningkatan secara global. Hal itu menjadikan Komisi D yang membidangi permasalahan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya begitu sangat atensi.

Seperti halnya yang disampaikan Sugito Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Limbah Cair Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Keberadaan limbah masyarakay sudah tidak lagi hal yang umum bahkan sangat tidak penting. Dengan bertambahnya jumlah penduduk Kota Surabaya, akan menjadikan permasalahan baru.

“Suatu program yang bagus, dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Surabaya, kalau tidak bisa melakukan apa-apa nantinya limbah masyarakat akan menjadi masalah,” kata Sugito.

“Terutama limbah rumah tangga, pada program Pemerintah Kota beberapa hari yang lalu, bu Risma mengintruksikan beberapa rumah, katakan 5 rumah ada 1 penampungan limbah rumah tangga, supaya pembuangan limbah rumah tanggal tidak langsung ke sungai,” tambahnya.

“Ini adalah suatu proses langkah awal, kalau itu nanti sudah berjalan, limbah rumah tangga itu nanti akan diambil oleh pihak swasta ataupun pemerintah sendiri dan akan dikirim ke tempat penampungan limbah cair milik Pemkot Surabaya sudah ada, dalam waktu dekat kita akan melakukan isnpeksi mendadak (sidak) kesana,” papar Sugito.

“Kalau lihat apa yang ditayangkan prosesnya bagus sekali, dimana nanti keluar dari air baku mutu air ke sungai, seratnya bisa untuk pupuk,” terangnya.

Masih kata Sugito, pembangunan sentralisasi limbah cair milik Pemkot Surabaya. Seperti yang dilakukan oleh pemerintahan di Bali konsep itu telah dilaksanakan. “Namun masih belum sempurna, kalau disini, nantinya yang mengambil tinja bebannya biayanya standar yang berlaku di masyarakat,” urai Sugito.

“Itu nanti kalau pengirimanya dari tandon milik warga ke Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) per kibiknya kena restribusi, bahkan ada sanksinya bila nanti ketahuan limbah tersebut dibuang ke sungai,” jelasnya.