Pansus LKPJ Walikota Memberikan Catatan Utama Pada Sektor Pelayanan

 Ibnu Shobir

Ibnu Shobir

Surabaya – Kerja Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun Anggaran (LKPJ TA) 2016 Walikota Surabaya telah dirampungkan bahkan juga sudah dirapatkan dalam sidang paripurna beberapa waktu lalu.

Ibnu Sobir merupakan anggota Pansus LKPJ TA 2016 Walikota Surabaya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menyampaikan, bahwa dirinya mendapat tugas untuk bidang pendidikan.

“Jadi selama ini, angka partisipasi pendidikan untuk kota surabaya sudah sangat bagus,” kata Shobir. “Semua itu dibuktikan dalam angka partisipasi kasar dan angka partisipasi murni, suah sesuai target bahkan melebih target,” tambahnya.

“Karena itu dalam rekomendasi kita, kita mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) untuk lebih konsentrasi pada bidang pendidikan,” ungkapnya.

“Pada bab, kualitas dan substansi pendidikan itu sendiri, maka yang kita dorong, bagaimana Pemkot lebih banyak membelanjakan anggaran pendidikan kepada hal-hal yang substansial, yang bersentuhan secara langsung pada proses kegiatan belajar mengajar,” paparnya.

Masih kata Shobir, misalnya bagaimana anggaran pemerintah itu lebih difokuskan untuk mendorng siswa-siswa supaya produktif dalam KBN,

“Misalnya memfasilitasi laboratorium, faslitas proses berfikir ilmiah baik yang terkait bidang IPA amupun IPS, itu yang kita dorong,karena yang kita dorong pada kornya yaitu pada KBN,” ulasnya.

“Yang kedua, Pemkot sudah berbuat banyak, akan tetapi terus kita dorong untuk mencari jalan, uspaya bisa membantu kesejahteraan para guru jangan terlalu jauh dari UMK, terlebih pada guru swasta,” ungkapnya.

“Dan kita sudah tahu, apabila guru ini berfikir tentang kebutuhannya, kita tidak yakin guru ini berkonsentrasi penuh mendedikasikan dirinya pada sektor pendidikan yang dia geluti,” terangnya.

Shobir menambahkan, dampak dari hal itu berakhibat pada investasi pendidikan tepatnya pada kapasitas kopentensi masa depan bagi siswa tidak dapat dilaksankan dengan baik.

“Bahkan Bu Risma kelihatannya akan mendorong bagaimana warga mempunyai daya saing global, daya saing global itu pada saat pendidikan berkarakter,” jelasnya.

Hal senada juga juga disampaikan Agustin Poliana sebagai Ketua Pansus LKPJ TA 2016 Walikota Surabaya. “Terutama pada pelayanan, pendidikan, kesehatan ini yang prioritas, dan program Walikota termasuk ada didalamnya,” tambahnya.

“Banyak hal yang harus kita sikapi, untuk pendidikan banyak yang belum memadahi dan tahun ini supaya bisa ditindak lanjuti,” paparnya.

“Terkait kesehatan, kita ini kekurangan tenaga medis, pada layanan dasar tepatnya di Puskesmas, dan ini kita sikapi bahwa kebutuhan itu tidak bisa ditunda-tunda,” jelasnya.

Seperti yang disampaikan oleh Agustin Polianan untuk Pansus LKPJ TA 2016 Walikota Surabaya ada cacatan prioritas pada layanan yang harus benar-benar dikondisikan semaksimal mungkin.