Panglima ABRI Dan Kapolri Belum Bersuara

Tenaga Kerja Indonesia

Tenaga Kerja Indonesia

Jakarta – Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) serta Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) di Bandara Internasional Soekarno Hatta mendapati adanya perampokan uang Tenaga Kerja indonesia (TKI) yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) serta dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Untuk tiap TKI diminta dengan paksa yang nilainya mencapai Rp (rupiah) 2,5 juta dan tiap tahunnya dana rampasan tersebut mencapai Rp 325 miliar.

Bahkan tidak tertutup kemungkinan ada pos lain yang juga menjadi pundi-pundi bagi 2 kesatuan tersebut, tentunya pada terminal bandara pasawat yang pasti dilewati oleh para ratusan TKI untuk pulang ke Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan baik dar Jenderal (Jen) TNI Moeldoko selaku Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) maupun Jenderal Polisi (Jen Pol) Sutarman belum memberikan pernyataan secara resmi terkait permasalahan perampokan uang TKI.

Perlu diketahui, keduanya merupakan pemegang kebijakan yang ada di instansi masing-masing kesatuan yang sudan disumpah untuk menjalankan tugasnya secara baik.