Panggil Saksi Untuk Proyek PLTA

Komisi Pemberantasan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi

Jakarta – Terkait penggelembungan dana proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tepatnya di sungai memberamo di Provinsi Papua tahun 2009 lalu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.

Mereka yang diperiksa diantaranya, Malang Hasan Bisri PT Indra Karya juga Geri Wicaksono Nugroho Direktur PT Portal Enginering Perkasa (PEP).

Mereka diperiksa untuk Barnabas Suebu sebagai Gubernur Papua periode 2006-2011, Jannes Johan Karubaba sebagai kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi (Kadis PE Prov) Papua periode 2008-2011 bahkan Lamusi Didi selaku Direktur Utama PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya (Dir KPIJ).

Perlu diketahui, mega proyek PLTA itu dianggarkan sekitar Rp (rupiah) Rp 56 miliar, sedangkan kerugian akibat telah digelembungkan dananya sehingga negara dirugikan sebesar Rp 36 miliar.

Beberapa orang tersebut oleh KPK telah dijerat dengan Undang-Undang (UU) nomor 31 Tahun 1999 revisi UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).