Palu Legislatif, Buta Penolakan

Vinsesnsius (kiri)

Vinsesnsius (kiri)

Surabaya – Walau terjadi penolakan pada Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubaham Sebagian Nama Jalan dikalangan warga juga pakar Tata Kota.

Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya tetap mengamini dan menyetujui Raperda tersebut menjadi Perda, yang dipimpin Masduki Toha Wakil Ketua DPRD Surabaya.

Dalam sidang paripurna, Vinsensius anggota legislatif yang sejak awal menolak. Vinsensius mengatakan, apa yang diputuskan Panitia Khusus (Pansus) mengaburkan fakta-fakta sejarah perjuangan masyarakat Surabaya.

‚ÄĚPemerintah harus hadir bukan dalam bentuk menjajah kepentingan masyarakat,” tegas Vinsensius. “Tapi harus melindungi,” tambahnya.

“Ini yang terjadi ada penjajahan baru, dimana kepentingan masyarakat ruang publik yang nyata-nyata sudah menjadi saksi sejarah keberadaan masyarakat Surabaya dihilangkan,‚ÄĚ terangnya.

“Saya sepakat ada rekonsiliasi, saya sepakat ada penamaan Jalan Sunda dan Pabru Siliwangi,” bebernya.

“Tapi tidak harus menghilangkan yang sudah ada, apalagi kedua jalan tersebut (Dinoyo dan Gunungsari) merupakan jalan bersejarah masyarakat Surabaya dalam melawan penjajah,‚ÄĚ urainya.

Ketidaksejalannya pada Raperda itu, Vinsensius pada akhirnya berdiri dan meninggalkan sidang paripurna.