Padang Rembulan Munculkan Kebersamaan

jajaran pejabat dispendik beserta peserta padang rembulan

jajaran pejabat dispendik beserta peserta padang rembulan

Jawa Timur – Di era modern dan globalisasi saat ini, para pelajar perlu memiliki kegiatan yang bersifat positif. Seni budaya tradisi bangsa Indonesia yang merupakan warisan nenek moyang, merupakan peninggalan yang bersifat adiluhung, sarat dengan makna dan pelajaran budi pekerti yang baik penuh dengan nilai-nilai sosial budaya yang terkenal sopan santun.

Pelaksanaan Padang Rembulan merupakan wadah yang dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan antar pelajar tersebut, adalah wujud bentuk apresiasi sekaligus tempat bersilaturahmi antar pelajar dalam bingkai pertunjukan kesenian.

pagelaran wayang kulit dengan 3 dalang bocah

pagelaran wayang kulit dengan 3 dalang bocah

Dipilih kesenian sebagai wahana kegiatan Padang Rembulan karena kesenian merupakan bentuk karya cipta manusia yang dipergunakan untuk mengkomunikasikan pengalaman jiwa yang dialami baik secara langsung maupun tidak langsung melalui gerak, suara, rupa atau medium lainnya.

Pengalaman jiwa yang dituangkan secara estetis merupakan bentuk nilai – nilai kemanusiaan hakiki yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan sebagai tawaran ideal interaksi antar manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Sang Pencipta.

Melalui pergelaran seni Padang Rembulan diharapkan akan memunculkan suatu rasa kebersamaan serta mewujudkan kepribadian antar generasi yang lebih empati, etika, estetis, kreatif dan inovatif, karena kesenian juga merupakan character building, yaitu sarana pembentukan watak, sikap serta tingkah laku seseorang dalam hal ini peserta didik yang ideal melalui penyampaian nilai – nilai kemanusiaan yang diungkapkan dalam bentuk – bentuk estetis sehingga dapat terwujud pelajar – pelajar yang berkepribadian luhur.

pameran hasil karya siswa, ikut ramaikan acara padang rembulan

pameran hasil karya siswa, ikut ramaikan acara padang rembulan

Pada pegelaran Padang Rembulan yang diselenggarakan di Balai Kota Surabaya, Jl. Taman Surya No. 1 Surabaya tanggal 22 Maret lalu diisi oleh :
1. Vokal Tunggal Pop SD : SDN Kertajaya 4-6 Surabaya
2. Vokal Tunggal Keroncong SMA : SMAN 12 Surabaya
3. Vokal Tunggal Pop SMP : SMPN 16 Surabaya
4. Vokal Tunggal Pop SMA : SMAN 19 Surabaya
5. Paduan Suara 3 : SMPN 6 Surabaya

Sedang acara Inti menampilkan :
1. Medley Kolaborasi Band, Karawitan dan Fashion Show Batik
Merupakan hasil dari peningkatan sumber daya manusia pada program UPT Pendiidkan, Pengembangan Kesenian (Dikbangkes) Sekolah.
2. Topeng Kerte’ dari PPST SMPN 1 Panji Kab. Situbondo “ Tang Topeng “
Suatu garapan seni pertunjukan yang mengangkat tentang kesneian topeng kerte yang ada di daerah Kabupaten Situbondo, topeng kerte merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan dan dikembangkan di kalangan masyarakat khususnya para generasi muda..
3. Konser Wayang Lebar dari Komunitas Bermain Dengan Wayang “Sanggar Baladewa Surabaya)” KU RAIH CITA DI SOKALIMA “
Dalam cerita dikisahkan adanya perjuangan para putra terbaik Hastina dalam menimba ilmu di Padepokan Sokalima dibawah asuhan Resi Durna. Suka dan duka mereka lalui demi mencapai cita-cita yang tinggi, membangun kemakmuran dan kemuliaan negeri serta mengkokohkan kewibawaan bangsa.

utusan dari kementerian pendidikan dan kebudayaan

utusan dari kementerian pendidikan dan kebudayaan

Pada pegelaran Padang Rembulan, selain menampilkan gelar seni, dan pemberian hadiah, hasil karya siswa sekolah juga di pamerkan.

Pada kegiatan kali ini, disamping pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, seperti Harun (Kadis), Cipto (sekdin), Nuryanto (Kabid TK/SD dan PK), Gatot (Kabid Tendik), Nazor (Kabid PNFI dan Nilai Budaya) Ani Saulina (utusan Bidang Dikmenum) serta Effie (Ka UPT Dikbangkes) terlihat juga utusan dari Kementerian Pendidikan dan Iksan (kadispendik kota Surabaya).