Optimalisasi Pos Curhat

kdrtSurabaya – Banyaknya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang kerap terjadi membuat salah seorang legislator surabaya angkat bicara.

Dyah katarina anggota Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyampaikan, untuk mendorong optimalisasi peran Pos Curhat di masyarakat guna mengatasi kasus KDRT.

“Pos Curhat menjadi wadah bagi korban KDRT, apa yang harus dilakukan,” tambahnya. “Penanganan diharapkan hanya sampai Pos Curhat, tidak sampai ke kepolisian, misalnya, dengan mendatangkan penengah dari pihak pengurus kampung setempat,” paparnya.

Masih kata Dyah, untuk mendirikan Pos Curhat bukan persoalan mudah. Di samping hanya berstatus relawan, para kader bergabung juga harus yang mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah.

“Dia harus menjadi pendengar dan harus tahu caranya terlebih tidak boleh menyalahkan ataupun memfonis,” ungkapnya.

Dyah menambahkan, untuk membentuk kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang mumpuni menangani kasus KDRT dalam Pos Curhat membutuhkan pendidikan khusus. “Dulu PKK kerjasama dengan fakultas psikologi,” jelasnya.

Pos Curhat yang didirikan PKK sejak tahun 2008 lalu, yang kini dibawah pembinaan Badan Peberdayaan Masyarakat (Bapemas) Surabaya. Pos Curhat ditempatkan di Kantor Kecamatan maupun Kelurahan.

“Kebanyakan yang curhat memang ibu-ibu, tetapi sebenranya semua lapisan masyarakat bisa memanfaatkannya,” pungkasnya.