Operasi Rutin, Di Dominasi Angkutan Barang

Dishub Surabaya

Dishub Surabaya

Surabaya – Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya kembali menggelar operasi pemeriksaan surat kendaraan di Jalan Jagir Wonokromo.

Dalam operasi tersebut, Dishub Surabaya bekerja sama dengan sejumlah Keplisian Sektor (Polsek). Diantaranya Polsek Wonocolo, Polsek Genteng, Polsek Wonokromo, Polsek Pabean Cantikan, Polsek Semampir, Polsek Bubutan dan gabungan Satuan Lalu Lintas Kepolsian Resor Kota Besar (Satlantas Polrestabes) Surabaya.

Operasi yang digelar mulai pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Petugas memberhetikan sejumlah kendaraan niaga yang melintas. Setelah itu, pengemudi diminta untuk menunjukkan surat kelengkapan kendaraan.

Seperti Surat Ijin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku Kir maupun Kartu Pengawasan. Jika ternyata ditemukan ada yang tidak lengkap, maka pengemudi langsung ditilang dan selanjutnya diminta mengurus di Pengadilan Negeri (PN).

“Rata-rata, dalam setiap kali operasi, jumlah kendaraan yang berhasil kami tilang mencapai 20 unit, tiap tahun, angka ini tidak pernah menurun,” kata Subagio Utomo Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Operasional Dishub Surabaya.

Masih kata Subagio, dari jumlah kendaraan yang melakukan pelanggaran, rata-rata didominasi oleh kendaraan barang. Sebagian kecil pelanggaran dilakukan kendaraan penumpang. Diperkirakan, pelanggaran yang dilakukan kendaraan barang ini karena situasi usaha si pelaku usaha sedang menurun. Sehingga, mereka enggan untuk mengurus mengurus kir.

“Dalam seminggu, rata-rata kami menggelar razia kendaraan sekitar 2 kali, dan lokasi yang kami sasar adalah wilayah yang sering dilalui angkutan barang maupun angkutan penumpang,” tambahnya.

“Kemudian, dimana ada jalan yang terdapat area cukup lapang untuk pemberhentian kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas, seperti yang ada di Jalan Jagir ini,” paparnya.

Trio Wahyu Bowo Kepala Seksi (Kasi) Penertiban Dishub Surabaya mengatakan, razia ini dilakukan untuk memastikan bahwa, baik angkutan barang maupun angkutan penumpang yang dikendarai, cukup aman.

Meski belum mengetahui angka secara pasti, namun dia memperkirakan, jumlah kendaraan yang tidak mengurus kir cukup banyak.

“Jangan sampai, karena tidak melakukan uji kir, keselamatan menjadi terancam, misalnya, kalau kendaraan mogok di jalan, tentu akan menimbulkan kemacetan, dan yang dirugikan adalah masyarakat banyak,” pungkasnya.