Olah Sampah Menjadi Listrik

Adtya Sasmita

Adtya Sasmita

Surabaya – Surabaya rupanya menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dengan menghasilkan sampah menjadi energi listrik.

Energi listrik tersebut kemudian dijualnya kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Aditya Wasita Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya mengatakan, pengelolaan sampah menjadi energi listrik dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Proses pengolahan sampah menjadi listrik yang berjalan saat ini menggunakan sistem landfill Gas.

“Jadi, dari Sanitary Landfill, gas metan yang dihasilkan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik,” tambahnya.

Mash kaya Aditya, sejauh ini jumlah energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah di TPA Benowo mencapai 2 Megawaat. Sedangkan, potensinya berkisar 10 Megawaat, dari total sampah yang masuk ke TPA yang mencapai 1.400 ton setiap harinya.

“2 Megawatt itu dari proses landfill, sedangkan 8 Megawatt pemanfaatannnya nanti menggunakan sistem gasifikasi, yakni dengan sistem pemanasan,” jelasnya.

Namun demikian, pengolahan dengan sistem gasifikasi belum dilaksanakan. Karena masih mendatangkan peralatan dari luar negeri. Dirinya memperkirakan sistem tersebut bisa berjalan di akhir tahun 2017 mendatang.

Aditya menambahkan, untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik. Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama dengan PT Sumber Organik (SO), dengan masa kontrak sekitar 20 tahun. “Setelah masa itu, pengelolaannya akan dikembalikan ke Pemkot,” tuturnya.

Adiyta menyampaikan, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 18 tahun 2016 tentang Percepatan pembangunan Listrik berbasis sampah.

Ada 7 daerah yang dijadikan pilot projectnya. Beberapa daerah tersebut diantaranya, Surabaya, Jakarta, Tangerang, Bandung, Surakarta, Makasar serta Semarang.

Setelah Surabaya berhasil mengolah sampah menjadi energi listrik, beberapa daerah tersebut melakukan studi banding ke TPA Benowo.