NU Ingatkan Mengenai Perda Pajak

pajakSurabaya – Pembahsan Peraturan Daerah (Perda) Pajak yang sampai saat ini dikerjakan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya juga diamati oleh Nahdatul Ulama (NU) Surabaya.

Achmad Muhibbin Zuhri Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Surabaya mengatakan, pembahasan Perda Pajak utamanya pajak hiburan.

Harus tetap komprehensif dengan memperhatikan potensi-potensi dekadensi moral masyarakat.

Masih kata Muhibbin, NU masih tetap berpandangan penurunan Pajak Hiburan bakal memperbesar kesempatan masyarakat untuk mendatangi tempat hiburan yang rentan maksiat.

“Bukan rahasia umum, sebab memiliki aspek kemaksiatan baik prostitusi, minuman keras maupun perjudian,” tuturnya.

Muhibbin mengungkapkan, besarnya Pendapatan Asli Daerah(PAD) tidak akan pernah seimbang dengan potensi kerusakan moral jika pajak hiburan diturunkan.

“Kita sudah berkomunikasi secara informal terutama dengan kader NU maupun legislator yang memiliki kedekatan dengan kita,” terangnya.

“Kita sudah sampaikan kekhawatiran dampak negatif penurunan pajak hiburan ini pada mereka,” ungkapnya.

“Kalau formal memang belum, kita tunggu saja,” pungkasnya.