Negara Hancur Atau Tidak, Silakan Pilih Kapolri

polisiJakarta – Pasca bentrok antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) beberapa waktu lalu, kini terulang lagi keributan antara Polri dengan masyarakat sipil di Batam.

“Sebenarnya ada apa dengan institusi militer Indonesia ini, mudah sekali main keroyok, main tembak, sadarkah mereka yang dipakai beli senjata, peluru, serta hidup mereka itu, uang dari mana,” kata Robert heran.

“Uang yang mereka nikmati selama ini dari rakyat yang bayar pajak, bukan untuk tembak-tebakan, Kepala Polri harus bertanggung jawab, itukan anak buahnya,” tambahnya.

“Ngapain mereka keluyuran ke tempat seperti itu, hingga dini hari, kalau tanya perwiranya, tentu jawabnya tidak tahu, karena sudah pada tidur nyenyak,” paparnya.

“Kapolri segera turun tangan, kalau tidak, lihat saja, masyarakat yang jadi korban, kalau rakyat sampai marah, bisa kacau negara ini, disamping itu, pada lari semua investor yang akan menanamkan modalnya disini, ternyata Indonesia tidak aman,” kata Ridwan.

“Bagaimana kalau mereka bilang pada rekan sesama bisnis dinegara lain, dengan mengatakan Indonesia tidak aman, sebab sering terjadi baku tembak, saya rasa Kapolri sudah paham akan hal ini, pilih negara ini hancur atau tidak,” sesalnya.