Nasib Pensiunan Honorer Dibikin Tidak Jelas

Adi Sutarwijono

Adi Sutarwijono

Surabaya – Tri Rismaharini (Risma) sebagai Walikota Surabaya merupakan Walikota yang sangat dekat serta perduli terutama kalangan masyarakat marginal. Sepertinya adanya ungkapan bahwa sosok Risma yang pro Rakyat layak dipertimbangkan.

Hal itu terungkap adanya penderitaan yang terjadi pada sejumlah pensiunan honorer Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengadukan nasibnya ke Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Setidaknya 59 orang pensiunan honorer Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya datang ke Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya,” kata Adi Sutarwijono Wakil Ketua Komisi A.

“Untuk mengadukan nasibnya terkait pesangon yang harusnya mereka terima berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatnnya,” tambahnya. “Kami akan pertemukan dengan instansi terkait untuk mencari solusi hal ini,” ungkap.

Masih kata Adi, dari informasi yang disampaikan para pensiunan honorer tersebut. Dalam SK Pengangkatan yang ditanda tangani Walikota. Memang tercantum klausul pemberian pesangon saat mereka pensiun atau menyelesaikan tugasnya.

“Namun rata-rata memang sudah pensiun antara lima sampai sepuluh tahun lalu dan pesangonnya belum diberikan saat itu sampai sekarang,” terangnya.

“Memang ada aturan pemkot tidak boleh memberikan pesangon atau tali asih pada eks honorer,” terangnya. “Tetapi SK dan pensiun mereka kan jauh sebelum aturan itu ada,” jelasnya. “Makanya akan kita sambungkan dengan pihak terkait untuk mencari solusinya,” yakinnya.