Nama Adi Muncul Pasca Dyah Nyatakan Tidak Siap

Bambang Dwi Hartono

Bambang Dwi Hartono

Surabaya – Setelah Dyah Katarina menyatakan tidak siap menduduki ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya pada periode 2014 – 2019 mendatang.

Bambang Dwi Hartono (BDH) yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga suami dari Dyah justru mengatakan bahwa nama Adi Sutarwijono dianggap lebih pantas untuk menduduki kursi ketua DPRD Surabaya.

Semua itu tentunya dengan pertimbangan telah teruji kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengabdian bahkan juga pada kinerjanya serta didukung dengan sosoknya yang sederhana dan tidak pernah berambisi untuk sebuah jabatan.

Bambang mengatakan bahwa hal itu bisa saja diabaikan dan dilewati manakala Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menghendaki nama diluar struktural partai untuk menduduki posisi ketua DPRD.

Adi Sutarwijono

Adi Sutarwijono

“Mematuhi perintah DPP itu sudah menjadi kewajiban seluruh kader partai di PDIP, demikian juga jika menyangkut soal nama yang akan duduk sebagai ketua dewan,” ungkapnya.

“Karena dalam setiap klausal di AD/ART partai masih ada keterangan lain yakni jika ada perbedaan penafsiran maka yang diikuti adalah DPP, intinya siapapun yang akan duduk menjadi ketua DPRD Surabaya tetap bergantung kepada keputusan DPP,” terangnya.

Nama-nama yang sempat menghangat di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP diantaranya Agustin Poliana, Tri Dedik Andiono, Anugrah Ariyadi, Baktiono, Khusnul Khotimah, Ashri Yuanita Haqie, Adi Sutarwijono, Erwin Cahyadi, Riswanto, Armudji, Dyah Katarina, Sukadar, Saifudin Zuhri, dan Siti Maryam.