Naikkan Dan Turunkan Tarif Harus Ada Kajiannya

Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya

Surabaya – Pembahasan revisi Peraturan Daerah (Perda) Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) yang dibahas di Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Fuad Hasan Sumber Daya Manusia (SDM) PDTS KBS menyampaikan, apa yang dilakukan semua itu nanti, adalah hasil dari Panitia Khusus (Pansus) Raperda ini.

“Dalam Pansus ini tidak menjadi Perusahaan Daerah (PD) yang tidak dituntut menghasilkan pendapatan, untuk meninjau tarif mungkin juga kecil,” tambahnya.

“Kita tidak akan melakukan perubahan karena dalam Perda PDTS KSB tidak dituntut mencari keuntungan, berarti ada anggaran subsidi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, agar tarif itu tidak naik,” paparnya.

“Tapi kalau Pansus itu memutuskan untuk mencari keuntungan, kami meminta ijin untuk menaikan tarif ke Pemkot surabaya, kajian kami dianggarannya antara Rp (rupiah) 20 ribu sampai dengan Rp 25 ribu perorang, jujur tarif Rp 15 ribu sudah 6 tahun tidak naik,” jelasnya.

“Tidak apa-apa menaikan atau menurunkan tarif yang penting harus ada kajiannya, jangan asal menaikkan saja, karena itu merupakan milik dari PD,” kata Baktiono anggota Pansus Revisi Perda PDTS KBS.

Masih kata Baktiono, milik perusahaan publik, dan semuanya harus bisa diikmati oleh semua masyarakat, ini bukan sekedar untuk kepentingan semata.

“Tapi dalam hal utntuk kepentingan konservasi serta pendidikan masyarakat, bila perlu kita subsidi, bahkan juga diperbolehkan pada anggaran dari yang lainnya,” ungkapnya.

“Sementara ini blue printnya memang bagus, tapi sampai saat ini kita belum melihat tanda-tanda yang menuju bagus itu, dan hal itu sudah disampaikan sekitar 3 tahun yang lalu,” terangnya.

“Tentunya ada, dan kita masih melihat kesana dan butuh perbaikan secara menyeluruh, untuk hal itu lebih baik mengajak investor tidak bisa ditangani sendiri, karena ini merupakan proyek yang cukup besar, paling tidak kita punya seperti ancol, ini nilai komersialnya juga tinggi,” pungkasnya.