Museum Surabaya Merupakan Perwakilan Sejarah Kota Perjuangan

Darmawan

Darmawan

Surabaya – Keberadaan Musem Surabaya yang baru saja dibuka oleh Tri Rismaharini merupakan Walikota Surabaya tepatnya di bangunan cagar budaya Siola. Rupanya keberadaan museum tersebut mendapat apresiasi dari hampir semua masyarakat serta juga pemerhati Kota Surabaya.

Adanya Museum Surabaya tersebut mendapat respon sangat positif dari kalangan legislator Surabaya terlebih pada Darmawan merupakan Wakil Ketua dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

“Dengan didirikannya museum itu, menurut kami sebagai warga surabaya yang juga anggota DPRD, sangat positif,” kata Darmawan. “Asal museum itu memenuhi kebutuhan warga surabaya, jadi jangan cuma asal taruh saja,” terang Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya.

Darmawan menambahkan, tempat seluas itu masih banyak ruangan-ruangan yang belum ditempati oleh benda-benda yang mengandung makna sejarah surabaya.

“Banyak sekali sejarah surabaya yang akan menjadi saksi perjuangan surabaya sendiri, termasuk photo-photo, sarana transportasi pada waktu itu,” paparnya.

“Bahkan ada juga alat permainan khas asli surabaya yang ada waktu dulu, serta juga peralatan yang di pakai di surabaya pada era dulu, dan terpajang juga kamera yang merupakan salah satu menjadi saksi bisu perjuangan surabaya kala itu,” ungkapnya.

“Untuk kedepan Museum Surabaya harus lebih lengkap, nantinya juga harus bisa memenuhi harapan-harapan masyarakat surabaya, Museum Surabaya tidak hanya disuguhkan kepada masyarakat Kota Surabaya, namun juga untuk masyarakat luas yang ingin mengetahui sejarah sebenarnya Kota Surabaya,” jelasnya.

“Mengenai Cagar Budaya sendiri juga merupakan bagian sejarah dari surabaya, Cagar Budaya sendiri sebagai bukti nyata, dan sangat layak ditunjukan pada masyarakat luas, adalah berupa gambar maupun photo, biar masyarakat sendiri tahu, berdirinya bangunan tersebut, termasuk gedung Siola yang sekarang dijadikan museum ini,” pungkas Darmawan.

Bangunan-bangunan cagar budaya yang tersebar dibeberapa titik sepanjang jalan utama Kota Surabaya seperti Balai Kota, Balai Budaya, Balai Pemuda dan masih banyak lagi, juga sebagai simbol keberadaan Kota Surabaya yang telah lama berdiri.