Minta Tidak Keluarkan Ijin Usaha

pasarSurabaya – Aliansi Paguyuban Pedagang Pasar Surabaya (AP3S) minta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak mengizinkan pengajuan pasar modern seperti minimarket dan supermarket yang baru.

Andrean Felix Ketua AP3S dihadapan Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya memberikan masukan dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif penataan pasar modern, dengan tidak memberi izin untuk pasar modern yang baru.

“Sedangkan untuk pasar modern yang lama dan sudah berdiri kami minta menyesuaikan dengan perda yang baru nantinya,” kata Andrean.

“Sebab keberadaan pasar modern ini membuat omzet pedagang turun terutama barang basah dan sembilan bahan pokok (sembako),” ujarnya.

Tidak itu saja, minimarket dan supermarket lama tetapi keberadaannya tidak melalui prosedur izin yang benar AP3S minta ditutup saja.

Tetapi yang sudah terlanjur memiliki izin resmi Pemkot Surabaya diminta untuk mengatur jam buka agar tidak bersamaan dengan pasar tradisional juga jaraknya dengan pasar tradisional tidak berdekatan serta barang yang dijual tidak boleh sama.

Eddy Rusianto Ketua Panitia Khusus (Pansus) mengatakan, dalam Raperda nanti akan diatur bagaimana keberadaan pasar pasar modern yang sekarang lagi bermunculan ini.

“Jangan sampai retail itu mematikan usaha kecil, karenanya kami akan perhitungkan syarat pendirian pasar modern dan relokasi untuk mereka yang langgar zooning,” tambahnya.