Minta Perda RPH Diubah

Rumah Potong Hewan Pegirian

Rumah Potong Hewan Pegirian

Surabaya – Beberapa warga Pegirikan mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Mereka mendesak agar Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirikan segera ditutup.

“Kita inginkan tidak ada babi yang disembelih lagi di sana, kami tidak butuh solusi jangka pendek, masyarakat ingin selamanya,” kata Thoyib salah seorang warga. “Kami tidak butuh RPH babi dan daging babi,” tambahnya.

Buchori Imron Wakil Ketua Komisi C Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera menjadwalkan penutupan RPH Pegirikan.

“Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) harus segera membuatkan jadwal kapan akan ditutup, RPH itu sudah dibangun sejak aman belanda, dulu memang tidak ada masalah,” ungkapnya.

“Tapi kalau sudah menjadi kota seperti sekarang, ya, tidak baik, baru kali ini ada RPH di tengah kota,” terangnya.

Miftahul Hori Direktur Utama Keuangan dan Adminitrasi (Dirut Keu Adm) RPH Pegirikan mengatakan, keberadaan sarana pemotongan babi di RPH Pegirikan, aturannya ada dalam Peraturan Daerah (Perda). “Kalau dilarang, Perda harus dirubah dulu,” jelasnya.