Minta Fasilitas Ditambah

lansia harus mendapat perhatian juga

lansia harus mendapat perhatian juga

Surabaya – Forum Lanjut Usia (Lansia) se-Surabaya meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyediakan Kartu Tanda Anggota (KTA) khusus lansia.

Fasilitas KTA memungkinkan dapat mengakomodir seluruh lansia yang selama ini belum bergabung dengan forum lansia Surabaya.

Malhi merupakan salah satu perwakilan Forum lansia mengatakan banyak keuntungan yang akan didapat dari KTA. Salah satunya adalah dengan mudah menggunakan Fasilitas Umum (Fasum) dan layanan publik yang disediakan Pemkot.

Hal ini karena keberadaan KTA bisa mendukung pemerintah yang berencana mengutamakan lansia dalam layanan masyarakat.

“Saya cuma mengusulkan pemerintah bisa menyediakan pembuatan KTA, apalagi bisa berasuransi, misalnya untuk kecelakaan dan lainnya,” paparnya.

“Kalau pagi kami (lansia) biasanya olahraga pagi, jalan untuk kami ini harus diperhtaikan,” pintanya.

Malhi juga mengeluhkan fasilitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) khusus lansia, terutama tenaga medis yang tidak cukup memadai.

Apalagi posyandu tidak bisa melakukan tindakan pengobatan. Untuk berobat, mereka harus mendatangi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

“Sementara di Puskesmas tetap harus menunggu antrian, sama seperti masyarakat umum,” terangnya

Tidak hanya itu, bahkan pemberian jatah makan tiap bulannya yang tidak sesuai dengan jumlah lansia dari jumlah lansia 250 orang, hanya dikasih 150 perbulan.

Suhardi Djaharuddin dari Dewan Harian Daerah 45 Jawa Timur (Jatim) meminta Pemkot Surabaya agar memberi perlakuan khusus terhadap lansia seperti pemberian keringanan untuk pembayaran alat kesehatan, tempat rekreasi dan ongkos transportasi dan lainnya.

“Reduksi harga sejauh ini yang melakukan baru kereta api, untuk lansia veteran hanya bayar 10 persen, lansia biasa bayar 20 persen, Pemkot saya harap bisa mencontoh,” katanya.

Masduki Toha anggota Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menjelaskan fasilitas posyandu hanya untuk pencegahan penyakit tidak bisa melakukan pengobatan.

Masih kata Masduki, memang dari 62 Puskesmas di Surabaya hanya sebagian saja yang memberikan layanan ramah lansia.

“Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ini menginginkan agar lansia di masa tuanya hidup tenang dan tentram, makanya keluhan masih antri di puskesma meski lansia akan kita tampung untuk dipertimbangkan,” jelasnya.

“Usulan itu akan ditampung, mana yang akan dimasukkan dalam raperda. Kalau yg teknis nanti akan kita masukkan dalam Perwali (peraturan walikota),‚ÄĚ terang Eko Hariyanto Asisten VI bidang Kesra.